Inflasi di Bulan Mei 2020 Kota Semarang
Inflasi di Kota Semarang pada Bulan Mei 2020 sebesar 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,96.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Jumat, 10 September 2021 08:23 | 4 tahun yang lalu | 1024
Inflasi di Kota Semarang pada Bulan Mei 2020 sebesar 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,96.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Jumat, 10 September 2021 08:23 | 4 tahun yang lalu | 1024
IPM Kota Semarang Tahun 2020 sebesar 83,05 masuk kategori Sangat Tinggi
Indeks Pembangunan manusia di Kota Semarang pada tahun 2020 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, dari 83,19 poin pada tahun 2019 menjadi 83,05 poin pada tahun 2020.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Rabu, 15 September 2021 08:36 | 4 tahun yang lalu | 1020
Indeks Pembangunan manusia di Kota Semarang pada tahun 2020 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, dari 83,19 poin pada tahun 2019 menjadi 83,05 poin pada tahun 2020.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Rabu, 15 September 2021 08:36 | 4 tahun yang lalu | 1020
Juli 2020 Kota Semarang deflasi sebesar 0,10 persen
Juli 2020 di Kota Semarang terjadi deflasi sebesar 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,03.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Jumat, 10 September 2021 08:56 | 4 tahun yang lalu | 988
Juli 2020 di Kota Semarang terjadi deflasi sebesar 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,03.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Jumat, 10 September 2021 08:56 | 4 tahun yang lalu | 988
Juni 2020 Kota Semarang inflasi sebesar 0,16 persen
Juni 2020 di Kota Semarang terjadi inflasi sebesar 0,16 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,13.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Jumat, 10 September 2021 08:45 | 4 tahun yang lalu | 927
Juni 2020 di Kota Semarang terjadi inflasi sebesar 0,16 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,13.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Jumat, 10 September 2021 08:45 | 4 tahun yang lalu | 927
Kota Semarang Dalam Angka 2020
Kota Semarang Dalam Angka 2020 merupakan publikasi tahunan yang dibuat oleh BPS Kota Semarang. Buku ini memuat informasi yang dikumpulkan dari berbagai dinas/ instansi/ lembaga/ perusahaan di Kota Semarang. Informasi dalam publikasi ini disajikan dalam bentuk tabel dan ulasan ringkas yang menggambarkan keadaan penduduk serta sejauh mana perkembangan Kota Semarang serta diharapkan pula bermanfaat bagi konsumen data yang lain.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Senin, 31 Mei 2021 08:49 | 4 tahun yang lalu | 1805
Kota Semarang Dalam Angka 2020 merupakan publikasi tahunan yang dibuat oleh BPS Kota Semarang. Buku ini memuat informasi yang dikumpulkan dari berbagai dinas/ instansi/ lembaga/ perusahaan di Kota Semarang. Informasi dalam publikasi ini disajikan dalam bentuk tabel dan ulasan ringkas yang menggambarkan keadaan penduduk serta sejauh mana perkembangan Kota Semarang serta diharapkan pula bermanfaat bagi konsumen data yang lain.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Senin, 31 Mei 2021 08:49 | 4 tahun yang lalu | 1805
Kota Semarang Dalam Angka 2020, Penyediaan Data Untuk Perencanaan Pembangunan
Kota Semarang Dalam Angka 2020 merupakan publikasi tahunan yang dibuat oleh BPS Kota Semarang. Buku ini memuat informasi yang dikumpulkan dari berbagai dinas/ instansi/ lembaga/ perusahaan di Kota Semarang. Informasi dalam publikasi ini disajikan dalam bentuk tabel dan ulasan ringkas yang menggambarkan keadaan penduduk serta sejauh mana perkembangan Kota Semarang serta diharapkan pula bermanfaat bagi konsumen data yang lain.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Senin, 31 Mei 2021 09:08 | 4 tahun yang lalu | 1031
Kota Semarang Dalam Angka 2020 merupakan publikasi tahunan yang dibuat oleh BPS Kota Semarang. Buku ini memuat informasi yang dikumpulkan dari berbagai dinas/ instansi/ lembaga/ perusahaan di Kota Semarang. Informasi dalam publikasi ini disajikan dalam bentuk tabel dan ulasan ringkas yang menggambarkan keadaan penduduk serta sejauh mana perkembangan Kota Semarang serta diharapkan pula bermanfaat bagi konsumen data yang lain.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Senin, 31 Mei 2021 09:08 | 4 tahun yang lalu | 1031
LAPORAN PEREKONOMIAN PROVINSI JAWA TENGAH AGUSTUS 2020
Perekonomian Jawa Tengah pada triwulan II 2020 mengalami kontraksi -5,94% (yoy), turun dari pencapaian triwulan I 2020 sebesar 2,61% (yoy). Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak pada menurunnya aktivitas produksi dan konsumsi barang dan jasa yang terindikasi dari pelemahan ekonomi global dan menurunnya aktivitas ekonomi nasional dan Jawa Tengah sebagai dampak dari kebijakan pencegahan penyebaran pandemi COVID-19. Ditinjau dari sisi pengeluaran, perlambatan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan II 2020 terjadi pada seluruh komponennya. Konsumsi rumah tangga dan investasi merupakan dua komponen dengan sumbangan dampak terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi negatif di Jawa Tengah. Kondisi global turut mempengaruhi kinerja perdagangan luar negeri dimana ekspor dan impor tercatat tumbuh negatif. Lemahnya aktivitas perekonomian domestik membuat impor luar negeri mencatat pertumbuhan terendah setidaknya dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir.
Sumber: BANK INDONESIA | Publish: Selasa, 11 Mei 2021 02:21 | 5 tahun yang lalu | 981
Perekonomian Jawa Tengah pada triwulan II 2020 mengalami kontraksi -5,94% (yoy), turun dari pencapaian triwulan I 2020 sebesar 2,61% (yoy). Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak pada menurunnya aktivitas produksi dan konsumsi barang dan jasa yang terindikasi dari pelemahan ekonomi global dan menurunnya aktivitas ekonomi nasional dan Jawa Tengah sebagai dampak dari kebijakan pencegahan penyebaran pandemi COVID-19. Ditinjau dari sisi pengeluaran, perlambatan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan II 2020 terjadi pada seluruh komponennya. Konsumsi rumah tangga dan investasi merupakan dua komponen dengan sumbangan dampak terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi negatif di Jawa Tengah. Kondisi global turut mempengaruhi kinerja perdagangan luar negeri dimana ekspor dan impor tercatat tumbuh negatif. Lemahnya aktivitas perekonomian domestik membuat impor luar negeri mencatat pertumbuhan terendah setidaknya dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir.
Sumber: BANK INDONESIA | Publish: Selasa, 11 Mei 2021 02:21 | 5 tahun yang lalu | 981
LAPORAN PEREKONOMIAN PROVINSI JAWA TENGAH FEBRUARI 2020
Pada triwulan IV 2019, perekonomian Jawa Tengah tercatat tumbuh sebesar 5,34% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan III 2019 yang sebesar 5,64% (yoy). Kinerja perekonomian Jawa Tengah tersebut setara dibandingkan Kawasan Jawa (5,34%, yoy), namun lebih tinggi dibandingkan kinerja ekonomi nasional (4,97%, yoy).
Sumber: BANK INDONESIA | Publish: Selasa, 11 Mei 2021 02:15 | 5 tahun yang lalu | 1080
Pada triwulan IV 2019, perekonomian Jawa Tengah tercatat tumbuh sebesar 5,34% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan III 2019 yang sebesar 5,64% (yoy). Kinerja perekonomian Jawa Tengah tersebut setara dibandingkan Kawasan Jawa (5,34%, yoy), namun lebih tinggi dibandingkan kinerja ekonomi nasional (4,97%, yoy).
Sumber: BANK INDONESIA | Publish: Selasa, 11 Mei 2021 02:15 | 5 tahun yang lalu | 1080
LAPORAN PEREKONOMIAN PROVINSI JAWA TENGAH MEI 2020
Inflasi Provinsi Jawa Tengah pada triwulan I 2020 tercatat meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama pendorong laju inflasi tahunan Jawa Tengah pada triwulan I 2020. Tingginya peningkatan laju inflasi sub-kelompok makanan didorong oleh peningkatan harga pada komoditas bahan pangan utama, khususnya komoditas hortikultura yang mengalami penurunan produktivitas akibat gangguan hama penyakit. Inflasi tahunan Jawa Tengah pada triwulan II 2020 diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan I 2020. Beberapa faktor yang menahan laju inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau ini adalah masuknya musim panen komoditas pangan utama, yaitu beras.
Sumber: BANK INDONESIA | Publish: Selasa, 11 Mei 2021 02:18 | 5 tahun yang lalu | 1004
Inflasi Provinsi Jawa Tengah pada triwulan I 2020 tercatat meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama pendorong laju inflasi tahunan Jawa Tengah pada triwulan I 2020. Tingginya peningkatan laju inflasi sub-kelompok makanan didorong oleh peningkatan harga pada komoditas bahan pangan utama, khususnya komoditas hortikultura yang mengalami penurunan produktivitas akibat gangguan hama penyakit. Inflasi tahunan Jawa Tengah pada triwulan II 2020 diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan I 2020. Beberapa faktor yang menahan laju inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau ini adalah masuknya musim panen komoditas pangan utama, yaitu beras.
Sumber: BANK INDONESIA | Publish: Selasa, 11 Mei 2021 02:18 | 5 tahun yang lalu | 1004
LAPORAN PEREKONOMIAN PROVINSI JAWA TENGAH NOVEMBER 2020
Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mulai menunjukkan perbaikan pada triwulan III 2020, meski pandemi COVID-19 belum berakhir. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 November 2020, perekonomian Jawa Tengah pada triwulan III 2020 tumbuh -3,93% (yoy), lebih baik dari pencapaian triwulan II 2020 sebesar -5,92% (yoy). Perbaikan tersebut juga ditunjukkan dari pertumbuhan triwulanan yang tumbuh positif 4,66% (qtq) atau berbalik arah dari -5,16% (qtq) pada triwulan sebelumnya. Pelonggaran pembatasan sosial yang disertai protokol kesehatan yang ketat menjadi salah satu pendorong utama membaiknya perekonomian Jawa Tengah.
Sumber: BANK INDONESIA | Publish: Selasa, 11 Mei 2021 02:24 | 5 tahun yang lalu | 1097
Jumlah Data : 46 Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mulai menunjukkan perbaikan pada triwulan III 2020, meski pandemi COVID-19 belum berakhir. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 November 2020, perekonomian Jawa Tengah pada triwulan III 2020 tumbuh -3,93% (yoy), lebih baik dari pencapaian triwulan II 2020 sebesar -5,92% (yoy). Perbaikan tersebut juga ditunjukkan dari pertumbuhan triwulanan yang tumbuh positif 4,66% (qtq) atau berbalik arah dari -5,16% (qtq) pada triwulan sebelumnya. Pelonggaran pembatasan sosial yang disertai protokol kesehatan yang ketat menjadi salah satu pendorong utama membaiknya perekonomian Jawa Tengah.
Sumber: BANK INDONESIA | Publish: Selasa, 11 Mei 2021 02:24 | 5 tahun yang lalu | 1097
