Juli 2021 Kota Semarang Inflasi sebesar 0,05 persen
Pada Bulan Juli 2021 di Kota Semarang terjadi inflasi sebesar 0,05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,45. Kenaikan harga yang menyebabkan inflasi di Kota Semarang terjadi pada komoditas cabai rawit, rokok kretek filter, bawang merah, tarif kendaraan roda 2 online, tarif kendaraan roda 4 online, bimbingan belajar, sawi putih/pecay,pitsai, tomat, brokoli dan pisang.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Jumat, 17 September 2021 09:15 | 4 tahun yang lalu | 1394
Pada Bulan Juli 2021 di Kota Semarang terjadi inflasi sebesar 0,05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,45. Kenaikan harga yang menyebabkan inflasi di Kota Semarang terjadi pada komoditas cabai rawit, rokok kretek filter, bawang merah, tarif kendaraan roda 2 online, tarif kendaraan roda 4 online, bimbingan belajar, sawi putih/pecay,pitsai, tomat, brokoli dan pisang.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Jumat, 17 September 2021 09:15 | 4 tahun yang lalu | 1394
TPK Hotel berbintang di Kota Semarang pada bulan Mei 2021 sebesar 33,06 persen
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kota Semarang pada bulan Mei 2021 tercatat sebesar 33,06 persen, mengalami perlambatan sebesar 3,10 poin dibanding TPK April 2021 yang tercatat sebesar 36,16 persen.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Jumat, 17 September 2021 09:12 | 4 tahun yang lalu | 1078
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kota Semarang pada bulan Mei 2021 tercatat sebesar 33,06 persen, mengalami perlambatan sebesar 3,10 poin dibanding TPK April 2021 yang tercatat sebesar 36,16 persen.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Jumat, 17 September 2021 09:12 | 4 tahun yang lalu | 1078
Juni 2021 di Kota Semarang terjadi deflasi sebesar 0,14 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,40
Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dna tembakau sebesar 1,16 persen dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,81 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks/inflasi adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,66 persen; kelompok transportasi sebesar 0,52 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,25 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,22 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,12 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,10 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen. Kelompok pendidikan dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya tidak mengalami perubahan indeks/relatif stabil.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Jumat, 17 September 2021 09:09 | 4 tahun yang lalu | 1305
Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dna tembakau sebesar 1,16 persen dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,81 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks/inflasi adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,66 persen; kelompok transportasi sebesar 0,52 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,25 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,22 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,12 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,10 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen. Kelompok pendidikan dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya tidak mengalami perubahan indeks/relatif stabil.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Jumat, 17 September 2021 09:09 | 4 tahun yang lalu | 1305
Perkembangan Pariwisata Kota Semarang Bulan April 2021
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kota Semarang pada bulan April 2021 tercatat sebesar 36,16 persen, mengalami peningkatan sebesar 0,52 poin dibanding TPK Maret 2021 yang tercatat sebesar 35,64 persen. TPK bulan April 2021 tertinggi terjadi pada hotel bintang 4 yaitu sebesar 38,28 persen dan terendah hotel bintang 1 sebesar 27,35 persen. Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel bintang pada bulan April 2021 tercatat sebesar 1,36 malam, tercatat mengalami percepatan sebesar 0,06 poin dibanding RLM Maret 2021. Pada bulan April 2021, RLM mancanegara tercatat sebesar 1,25 malam, mengalami perlambatan sebesar 0,17 poin dibandingkan bulan Maret 2021 yang sebesar 1,30 malam. Sedangkan untuk RLM domestik tercatat 1,36 malam. Pada April 2021 terdapat pengunjung yang datang melalui pintu masuk Bandara Ahmad Yani sebanyak 2 orang yang merupakan WNI TKI yang pulang Indonesia.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Jumat, 17 September 2021 08:59 | 4 tahun yang lalu | 985
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kota Semarang pada bulan April 2021 tercatat sebesar 36,16 persen, mengalami peningkatan sebesar 0,52 poin dibanding TPK Maret 2021 yang tercatat sebesar 35,64 persen. TPK bulan April 2021 tertinggi terjadi pada hotel bintang 4 yaitu sebesar 38,28 persen dan terendah hotel bintang 1 sebesar 27,35 persen. Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel bintang pada bulan April 2021 tercatat sebesar 1,36 malam, tercatat mengalami percepatan sebesar 0,06 poin dibanding RLM Maret 2021. Pada bulan April 2021, RLM mancanegara tercatat sebesar 1,25 malam, mengalami perlambatan sebesar 0,17 poin dibandingkan bulan Maret 2021 yang sebesar 1,30 malam. Sedangkan untuk RLM domestik tercatat 1,36 malam. Pada April 2021 terdapat pengunjung yang datang melalui pintu masuk Bandara Ahmad Yani sebanyak 2 orang yang merupakan WNI TKI yang pulang Indonesia.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Jumat, 17 September 2021 08:59 | 4 tahun yang lalu | 985
Mei 2021 di Kota Semarang terjadi inflasi sebesar 0,17 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,55.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,75 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,56 persen; kelompok transportasi sebesar 0,49 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,29 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,17 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,16 persen dan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebebsar 0,02 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks/deflasi adalah kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,44 persen dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen. Kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tidak mengalami perubahan indeks/relatif stabil. Kenaikan harga yang menyebabkan inflasi di Kota Semarang terjadi pada komoditas daging ayam ras, kendaraan carter/rental, minyak goreng, upah asisten rumah tangga, emas perhiasan, kelapa, angkutan antar kota, rampela hati ayam, udang basah dan tarif kereta api. Komoditas yang memberi sumbangan deflasi diantaranya cabai merah, cabai rawit, telepon seluler, telur ayam ras, jeruk, tarif kendaraan roda 4 online, beras, cabai hijau dan nangka muda. Tingkat inflasi tahun kalender Mei 2021 sebesar 0,60 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun/ y on y sebesar 1,51.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Jumat, 17 September 2021 08:57 | 4 tahun yang lalu | 1106
Jumlah Data : 38 Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,75 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,56 persen; kelompok transportasi sebesar 0,49 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,29 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,17 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,16 persen dan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebebsar 0,02 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks/deflasi adalah kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,44 persen dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen. Kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tidak mengalami perubahan indeks/relatif stabil. Kenaikan harga yang menyebabkan inflasi di Kota Semarang terjadi pada komoditas daging ayam ras, kendaraan carter/rental, minyak goreng, upah asisten rumah tangga, emas perhiasan, kelapa, angkutan antar kota, rampela hati ayam, udang basah dan tarif kereta api. Komoditas yang memberi sumbangan deflasi diantaranya cabai merah, cabai rawit, telepon seluler, telur ayam ras, jeruk, tarif kendaraan roda 4 online, beras, cabai hijau dan nangka muda. Tingkat inflasi tahun kalender Mei 2021 sebesar 0,60 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun/ y on y sebesar 1,51.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Jumat, 17 September 2021 08:57 | 4 tahun yang lalu | 1106
