Nomor Katalog : 4102002.3374
Nomor Buku : 33740.2120
ISBN : 978-623-95793-0-2
Tanggal Rilis : 2021-05-27
Nomor Buku : 33740.2120
ISBN : 978-623-95793-0-2
Tanggal Rilis : 2021-05-27
Indeks Pembangunan Manusia Kota Semarang 2020
Paparan karakteristik pencapaian IPM di Kota Semarang diuraikan melalui masing-masing indikator pembentuknya. Indikator tersebut adalah Angka Harapan Hidup (AHH) untuk pengukuran di bidang kesehatan; Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) untuk pengukuran di bidang pendidikan; dan Komponen Daya Beli untuk pengukuran di bidang ekonomi.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Kamis, 27 Mei 2021 07:51 | 4 tahun yang lalu | 1349
Paparan karakteristik pencapaian IPM di Kota Semarang diuraikan melalui masing-masing indikator pembentuknya. Indikator tersebut adalah Angka Harapan Hidup (AHH) untuk pengukuran di bidang kesehatan; Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) untuk pengukuran di bidang pendidikan; dan Komponen Daya Beli untuk pengukuran di bidang ekonomi.
Sumber: BPS Kota Semarang | Publish: Kamis, 27 Mei 2021 07:51 | 4 tahun yang lalu | 1349
LAPORAN PEREKONOMIAN PROVINSI JAWA TENGAH NOVEMBER 2020
Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mulai menunjukkan perbaikan pada triwulan III 2020, meski pandemi COVID-19 belum berakhir. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 November 2020, perekonomian Jawa Tengah pada triwulan III 2020 tumbuh -3,93% (yoy), lebih baik dari pencapaian triwulan II 2020 sebesar -5,92% (yoy). Perbaikan tersebut juga ditunjukkan dari pertumbuhan triwulanan yang tumbuh positif 4,66% (qtq) atau berbalik arah dari -5,16% (qtq) pada triwulan sebelumnya. Pelonggaran pembatasan sosial yang disertai protokol kesehatan yang ketat menjadi salah satu pendorong utama membaiknya perekonomian Jawa Tengah.
Sumber: BANK INDONESIA | Publish: Selasa, 11 Mei 2021 02:24 | 5 tahun yang lalu | 1078
Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mulai menunjukkan perbaikan pada triwulan III 2020, meski pandemi COVID-19 belum berakhir. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 November 2020, perekonomian Jawa Tengah pada triwulan III 2020 tumbuh -3,93% (yoy), lebih baik dari pencapaian triwulan II 2020 sebesar -5,92% (yoy). Perbaikan tersebut juga ditunjukkan dari pertumbuhan triwulanan yang tumbuh positif 4,66% (qtq) atau berbalik arah dari -5,16% (qtq) pada triwulan sebelumnya. Pelonggaran pembatasan sosial yang disertai protokol kesehatan yang ketat menjadi salah satu pendorong utama membaiknya perekonomian Jawa Tengah.
Sumber: BANK INDONESIA | Publish: Selasa, 11 Mei 2021 02:24 | 5 tahun yang lalu | 1078
LAPORAN PEREKONOMIAN PROVINSI JAWA TENGAH AGUSTUS 2020
Perekonomian Jawa Tengah pada triwulan II 2020 mengalami kontraksi -5,94% (yoy), turun dari pencapaian triwulan I 2020 sebesar 2,61% (yoy). Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak pada menurunnya aktivitas produksi dan konsumsi barang dan jasa yang terindikasi dari pelemahan ekonomi global dan menurunnya aktivitas ekonomi nasional dan Jawa Tengah sebagai dampak dari kebijakan pencegahan penyebaran pandemi COVID-19. Ditinjau dari sisi pengeluaran, perlambatan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan II 2020 terjadi pada seluruh komponennya. Konsumsi rumah tangga dan investasi merupakan dua komponen dengan sumbangan dampak terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi negatif di Jawa Tengah. Kondisi global turut mempengaruhi kinerja perdagangan luar negeri dimana ekspor dan impor tercatat tumbuh negatif. Lemahnya aktivitas perekonomian domestik membuat impor luar negeri mencatat pertumbuhan terendah setidaknya dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir.
Sumber: BANK INDONESIA | Publish: Selasa, 11 Mei 2021 02:21 | 5 tahun yang lalu | 959
Perekonomian Jawa Tengah pada triwulan II 2020 mengalami kontraksi -5,94% (yoy), turun dari pencapaian triwulan I 2020 sebesar 2,61% (yoy). Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak pada menurunnya aktivitas produksi dan konsumsi barang dan jasa yang terindikasi dari pelemahan ekonomi global dan menurunnya aktivitas ekonomi nasional dan Jawa Tengah sebagai dampak dari kebijakan pencegahan penyebaran pandemi COVID-19. Ditinjau dari sisi pengeluaran, perlambatan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan II 2020 terjadi pada seluruh komponennya. Konsumsi rumah tangga dan investasi merupakan dua komponen dengan sumbangan dampak terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi negatif di Jawa Tengah. Kondisi global turut mempengaruhi kinerja perdagangan luar negeri dimana ekspor dan impor tercatat tumbuh negatif. Lemahnya aktivitas perekonomian domestik membuat impor luar negeri mencatat pertumbuhan terendah setidaknya dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir.
Sumber: BANK INDONESIA | Publish: Selasa, 11 Mei 2021 02:21 | 5 tahun yang lalu | 959
LAPORAN PEREKONOMIAN PROVINSI JAWA TENGAH MEI 2020
Inflasi Provinsi Jawa Tengah pada triwulan I 2020 tercatat meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama pendorong laju inflasi tahunan Jawa Tengah pada triwulan I 2020. Tingginya peningkatan laju inflasi sub-kelompok makanan didorong oleh peningkatan harga pada komoditas bahan pangan utama, khususnya komoditas hortikultura yang mengalami penurunan produktivitas akibat gangguan hama penyakit. Inflasi tahunan Jawa Tengah pada triwulan II 2020 diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan I 2020. Beberapa faktor yang menahan laju inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau ini adalah masuknya musim panen komoditas pangan utama, yaitu beras.
Sumber: BANK INDONESIA | Publish: Selasa, 11 Mei 2021 02:18 | 5 tahun yang lalu | 987
Inflasi Provinsi Jawa Tengah pada triwulan I 2020 tercatat meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama pendorong laju inflasi tahunan Jawa Tengah pada triwulan I 2020. Tingginya peningkatan laju inflasi sub-kelompok makanan didorong oleh peningkatan harga pada komoditas bahan pangan utama, khususnya komoditas hortikultura yang mengalami penurunan produktivitas akibat gangguan hama penyakit. Inflasi tahunan Jawa Tengah pada triwulan II 2020 diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan I 2020. Beberapa faktor yang menahan laju inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau ini adalah masuknya musim panen komoditas pangan utama, yaitu beras.
Sumber: BANK INDONESIA | Publish: Selasa, 11 Mei 2021 02:18 | 5 tahun yang lalu | 987
LAPORAN PEREKONOMIAN PROVINSI JAWA TENGAH FEBRUARI 2020
Pada triwulan IV 2019, perekonomian Jawa Tengah tercatat tumbuh sebesar 5,34% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan III 2019 yang sebesar 5,64% (yoy). Kinerja perekonomian Jawa Tengah tersebut setara dibandingkan Kawasan Jawa (5,34%, yoy), namun lebih tinggi dibandingkan kinerja ekonomi nasional (4,97%, yoy).
Sumber: BANK INDONESIA | Publish: Selasa, 11 Mei 2021 02:15 | 5 tahun yang lalu | 1057
Jumlah Data : 48 Pada triwulan IV 2019, perekonomian Jawa Tengah tercatat tumbuh sebesar 5,34% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan III 2019 yang sebesar 5,64% (yoy). Kinerja perekonomian Jawa Tengah tersebut setara dibandingkan Kawasan Jawa (5,34%, yoy), namun lebih tinggi dibandingkan kinerja ekonomi nasional (4,97%, yoy).
Sumber: BANK INDONESIA | Publish: Selasa, 11 Mei 2021 02:15 | 5 tahun yang lalu | 1057
